Peran Waraqah Memantapkan Hati Nabi
Ditunjuk
sebagai seorang utusan Allah bukan suatu hal yang mudah bagi Muhammad ﷺ.
Ia merasa kebingungan dan tak percaya sepenuhnya dengan apa yang
terjadi padanya. Begitu aneh. Begitu membingungkan. Begitu mengagetkan
karena ia hanya menginginkan ketenangan dengan uzlahnya. Tiba-tiba
malaikat datang. Karena itu, Muhammad ﷺ butuh orang berilmu yang
meneguhkannya.
Keadaan Saat Turunnya Wahyu
Setelah berulang kali mengalami
mimpi menjadi nyata, Muhammad ﷺ mulai menyendiri di Gua Hira. Hingga
beberapa waktu berlalu tibalah bulan Ramadhan. Beliau ﷺ menemui sesuatu
yang mengubah kehidupannya. Beliau berjumpa dengan Jibril. Jibril di Gua
Jibril masuk ke Gua Hira lalu memerintahkan Muhammad ﷺ untuk membaca.
Hingga turunlah surat al-Alaq
Rasulullah, Sosok Sederhana dan Bersahaja
Rasulullah ﷺ adalah sosok yang
lengkap. Bukan hanya dari sisi akhlak dan karakternya, tapi juga dari
sisi perjalanan hidupnya. Beliau pernah mengalami kemiskinan. Tapi
kekayaan juga pernah beliau rasakan. Beliau miskin dengan keridhaan dan
kaya dengan rasa syukur. Beliau tidak pernah bersedih dengan dunia yang
hilang darinya. Dan beliau tidak
Wafatnya Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ
kembali dari haji wada’ setelah Allah ﷻ menurunkan firman-Nya, إِذَا
جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ. وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي
دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا. فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ
إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا. “Apabila telah datang pertolongan Allah dan
kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan
berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan
Kepahlawanan dan Keberanian Rasulullah ﷺ
Keberanian adalah sifat terpuji
yang banyak diinginkan. Walaupun tidak semua orang memiliki keberanian.
Berani tak melulu maju bergerak mengambil tindakan. Karena mengalah pun
bisa menaklukkan. Sulit kita temukan seseorang yang begitu sempurna.
Bersifat santun dan lemah lembut, namun juga memiliki keberanian. Pemaaf
juga memiliki ketegasan. Berkasih sayang sekaligus juga seorang
Kerendahan Hati Rasulullah ﷺ
Kisra –sebutan untuk raja-raja
Persia- memiliki kebiasaan yang unik ketika bertemu dengan rakyat bahkan
pejabatnya. Ia membuat jarak, jarak yang menegaskan bahwa akulah
penguasa dan selainku adalah orang biasa. Jarak yang menunjukkan ia
adalah aku adalah tuan sedangkan kalian adalah hamba atau bawahan.
Bahkan Kisra menjadikan dirinya Tuhan. Barisan pertama,
4 Alasan Mengapa Harus Membaca Sirah Nabi
Banyak orang –di kalangan umat
Islam- tertarik membaca biografi orang-orang terkenal dan sukses. Mereka
membacanya dengan tujuan meneladani dan berusaha meniru mereka agar
bisa menggapai kesuksesan serupa. Namun sayangnya, ketertarikan serupa
tidak kita dapatkan pada buku-buku biografi Nabi Muhammad ﷺ. Sehingga
sebagian besar umat ini, tidak mengenal seseorang yang mereka
20 Ramadhan: Fathu (Pembebasan) Kota Mekah
Di antara poin Perjanjian
Hudaibiyah adalah siapa yang ingin bergabung menjadi sekutu kaum
muslimin, maka ia ias bergabung. Siapa yang ingin menjadi sekutu
Quraisy, maka ia juga dipersilahkan untuk bersama mereka. Kabilah
Khuza’ah menjadi sekutu Rasulullah ﷺ. Sedangkan seteru mereka, bani Bakr
bergabung dengan kafir Quraisy. Sejak dulu, perang dan
17 Ramadhan: Perang Badar
Setelah umat Islam mengalami
intimidasi, kesulitan, dan duka meninggalkan kampung halaman mereka di
Mekah. Meninggalkan harta dan keluarga di sana. Rasulullah ﷺ mengadakan
rencana penyergapan kafilah Quraisy. Hal itu merupakan respon dari
permusuhan yang mereka lakukan selama ini. Para sahabat Muhajirin dan
Anshar pun berkumpul dan bersiaga melakukan penyergapan. Namun
Bohong Itu Hina Bagi Masyarakat Jahiliyah (Dialog Heraclius dan Abu Sufyan)
Di masa jahiliyah bohong atau
dusta adalah sifat yang hina. Mereka benar-benar memandang dusta sebagai
sifat rendahan. Islam hadir di lisan masyarakat yang jujur ini sehingga
syahadat bisa terwakili dengan zhahir ucapan lisan. Ketika lisan mereka
telah berucap itu berarti isi hati dan perbuatan pun sama. Berikut ini
sebuah kisah
Mengapa Nabi Muhammad Diutus di Arab?
Usia bumi telah tua. Lebih tua
dari masa pertama saat Adam dan istrinya, Hawa, menginjakkan kaki di
permukaannya. Silih berganti zaman dan keadaan. Manusia yang hidup di
atasnya pun bergiliran. Allah utus rasul-rasul untuk mereka.
Menyempurnakan fitrah yang telah dibawa. Hingga akhirnya diutus Muhammad
bin Abdullah ﷺ di Jazirah Arab.
Sudahkah Anda Membaca Biografi Nabi?
Dari Ubdaidullah bin Utbah, ia
mengabarkan bahwa Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma menyediakan
waktu khusus dalam harinya untuk mempelajari sirah Nabi”. (Maghazi
Rasulullah oleh Mushthafa al-A’zhama, Hal: 23). Abdullah bin Abbas
adalah sepupu dan sahabat Rasulullah yang hidup bersama Nabi ﷺ, namun
beliau tetap mempelajari dan mengkaji kehidupan Nabi untuk
Akhlak Nabi Dalam Peperangan
Mungkin orang-orang yang membaca
artikel ini akan sedikit tercengang, apa benar dalam peperangan itu ada
kasih sayang? Terkejut dan kaget itu wajar saja karena kita telah
melihat peperangan secara umum yang terjadi di belahan dunia ini.
Berbeda dengan peperangan Islam, perang dalam Islam bukanlah suatu
ekspresi liar yang bertujuan merendahkan
Peperangan di Masa Rasulullah (Bagian 3/3)
Pada 680-an seorang pendeta
bernama John Bar Penkaye yang sedang menyusun sejarah dunia termenung
tentang ihwal penaklukkan yang dilakukan oleh bangsa Arab. Ia
bertanya-tanya, “Bagaimana bisa, orang-orang tanpa senjata, berkuda
tanpa baju baja dan perisai, berhasil memenangkan pertempuran… dan
meruntuhkan semangat kebanggaan orang-orang Persia?” Ia semakin
terenyak, “hanya dalam periode
Peperangan di Masa Rasulullah (Bagian 2/3)
Ketika kita membaca
tulisan-tulisan sejarawan Islam, mereka sering menyebut peperangan
Rasulullah adalah peperangan yang penuh hikmah (bijak). Sedikit sulit
bagi kita memahami kombinasi kata perang dengan hikmah. Karena dalam
benak kita selalu terbayang perang adalah pertumpahan darah, perang
adalah perebutan kekuasaan dan unjuk kekuatan, dan semisal itu. Namun
ketika kita
Peperangan di Masa Rasulullah (Bagian 1/3)
Perang
adalah sesuatu yang tidak disukai oleh jiwa manusia. Karena dalam
peperangan manusia dihadapkan dengan kesusahan fisik dan mental. Perang
juga memisahkan manusia dari keluarga dan kerabat. Bahkan perang bisa
berakibat berpisahnya ruh dari jasadnya. Allah Ta’ala berfirman, كُتِبَ
عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ
شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar